Tanjung
- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara resmi memasuki tahapan teknis penyiapan
skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Alat Penerangan Jalan
(APJ), ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Meeting yang berlangsung di Aula
Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (20/10). Acara dihadiri oleh Wakil Bupati
Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri.,ST. MT, Wakil Ketua I DPRD KLU Hakamah,
Ketua Komisi II DPRD KLU Kamah Yudiarto, Sekda KLU Sahabudin.,M.Si Perwakilan
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan PT Penjaminan Infrastruktur
Indonesia (PT PII) sebagai fasilitator penyiapan proyek,
Kepala Bapprida KLU, Ir. Hermanto dalam laporanya menyampaikan menjadi hari
bersejarah sekaligus langkah konkret revitalisasi pembangunan di Kabupaten
Lombok Utara melalui terobosan fiskal daerah.
"Hari ini adalah hari bersejarah sekaligus langkah konkret revitalisasi
pembangunan di Kabupaten Lombok Utara melalui terobosan fiskal daerah, Skema
KPBU-APJ hadir menjawab untuk mewujudkan visi daerah Lombok Utara yang
terang,"ujarnya.
Tahapan KPBU-APJ di Kabupaten Lombok Utara berjalan dengan progress yang
positif, akuntabel, dan transparan, komitmen penuh dari Kementerian Keuangan
RI, kehadiran Fasilitator Penyiapan Proyek (FPP), serta pendampingan dari PT
PII membuktikan bahwa pendekatan yang diambil telah berada di jalur yang benar.
"Dibutuhkan komitmen penuh dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia,
kehadiran Fasilitator Penyiapan Proyek atau FPP, dan pendampingan dari PT PII
membuktikan bahwa pendekatan kita berada di jalur yang benar," tambahnya.
Dengan dilaksanakannya Kick Off Meeting ini, Kabupaten Lombok Utara resmi
memasuki tahapan teknis yang lebih mendalam, selama kurang lebih tiga bulan ke
depan, tim konsultan yang ditunjuk oleh PT PII akan turun langsung ke lapangan
untuk melakukan studi kelayakan pemetaan titil APJ, Analisis aspek finansial
serta lainya.
Ir. Hermanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada PT PII yang telah membantu dan memfasilitasi proses penyiapan proyek
KPBU-APJ dengan sangat baik.
Sementara itu Ketua Tim Juru Fasilitasi Proyek untuk Kerjasama Pemerintah dan
Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ), Kemenkeu Hendro Prasetyo via
Zoom menyampaikan Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan Republik
Indonesia menegaskan komitmen penuh dalam mendukung percepatan pembangunan
infrastruktur di daerah.
"Kami ingin menegaskan komitmen pendanaan keuangan untuk mendukung
pemerintah kabupaten dalam menyiapkan dan merealisasikan proyek infrastruktur
melalui skema KPBU, antara lain melalui fasilitas Project Development Facility
(PDF)," ujar Hendro Prasetyo.
Hendro menyampaikan bahwa proses pengadaan konsultan yang akan mendampingi
Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) telah resmi selesai.
Penugasan ini melibatkan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) sebagai
fasilitator utama.
"Dengan adanya penetapan tim konsultan ini, Hendro optimis bahwa proses
fasilitasi dan pematangan proyek dapat berjalan lebih cepat dan
terarah,"katanya.
Menurut Hendro, dukungan teknis dari para konsultan menjadi kunci agar
koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Lombok
Utara dapat berjalan dengan optimal.
"Dengan demikian, penyiapan proyek dan proses transaksi pencapaian dapat
dilakukan secara terstruktur, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku," tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis ini,
seraya berharap kerja sama yang terjalin dapat menjadi langkah awal yang baik
dalam mendorong penyediaan layanan penerangan jalan yang terbaik.
"Semoga kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten
Lombok Utara,"harapnya.
Sementara itu Wabup Kus menyampaikan apresiasi terhadap dukungan penuh dari
Kementerian Keuangan RI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), tim
konsultan, dan seluruh pihak terkait atas kontribusi nyata dalam pengembangan
proyek strategis KPBU APJ.
"Pertemuan Kick-Off Meeting ini merupakan bagian penting dari rangkaian
persiapan setelah tahap koordinasi dan pemahaman, sekaligus menjadi momentum
untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi demi menghadirkan
infrastruktur penerangan jalan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi
masyarakat,"katanya.
Wabup Kusmalahadi menegaskan bahwa penerangan jalan merupakan pelayanan publik
vital yang berkaitan langsung dengan keamanan, keselamatan, aktivitas ekonomi,
dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui proyek KPBU APJ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menargetkan
tujuh manfaat strategis yang saling berkaitan meliputi peningkatan keamanan dan
keselamatan masyarakat di malam hari, serta dorongan terhadap pertumbuhan
ekonomi daerah melalui aktivitas malam hari yang lebih produktif.
"Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi
dan kualitas layanan penerangan jalan, sekaligus memberikan fleksibilitas
pengelolaan anggaran daerah melalui skema KPBU,"katanya.
Salah satu poin paling krusial adalah percepatan pemerataan pelayanan
penerangan jalan, di mana pencapaian target 100 persen titik lampu dapat
diselesaikan pada tahun pertama pelaksanaan, jauh lebih cepat dibandingkan pola
konvensional yang membutuhkan waktu 9 sampai 10 tahun dengan anggaran Rp16
miliar per tahun.
"Skema ini juga menjamin kualitas layanan dan keberlanjutan pemeliharaan
infrastruktur, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh
masyarakat Lombok Utara,"katanya.
Untuk mencapai keberhasilan proyek ini, Wabup Kusmalahadi menyampaikan sejumlah
arahan dan imbauan khusus kepada seluruh pihak yang terlibat, perangkat daerah
terkait diminta memberikan dukungan penuh dan mempercepat proses administrasi
serta perizinan yang diperlukan.
"PT PII dan tim konsultan PDF diharapkan terus memberikan
pendampingan profesional dalam aspek teknis, finansial, hukum, dan tata kelola
proyek,"katanya.
Sementara itu, Badan Usaha Pelaksana diingatkan agar berkomitmen terhadap
kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja selama pelaksanaan proyek,
masyarakat Lombok Utara juga diajak untuk mendukung dan turut merawat fasilitas
penerangan jalan yang akan dibangun.
"Diperlukan perencanaan matang, pengelolaan risiko yang baik, kepatuhan
regulasi, serta pengawasan konsisten,Pemda KLU berkomitmen penuh untuk terus
mengawal proyek ini agar berjalan sesuai rencana demi kepentingan publik jangka
panjang,"tutupnya.
0 Komentar