Breaking News

Ketua Fraksi Golkar Nyakradi Soroti Kondisi Jalan Rusak Parah di Kabupaten Lombok Utara

Lombok Utara – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lombok Utara, Nyakradi, menyoroti kondisi infrastruktur jalan kabupaten dan jalan strategis desa yang kini banyak mengalami kerusakan parah. Menurutnya, banyak ruas jalan yang dulunya beraspal kini berubah menjadi jalan berbatu, berkerikil, bahkan hanya tersisa tanah.

“Sekarang aspalnya banyak yang hilang, terkikis, tinggal batu kerikil dan tanah saja. Kondisi ini bahkan terjadi di pusat kecamatan dan desa,” ujar Nyakradi, Kamis (7/11).

Ia mencontohkan beberapa jalur yang mengalami kerusakan parah, seperti jalur lingkar Anyar–Pasar Bayan, Pantai Sukadana–Kebaloan, Baturakit–Semokan, Pawang Tenun–Batu Jingkiran, Batu Keruk–Lembah Pedek, Akar-akar–Pawang Timpas, Bayan–Dasan Tutul, hingga Sambil Elen–Bakong.

“Itu baru di Kecamatan Bayan. Belum lagi jalan di kecamatan lain ke arah barat. Jadi hampir 50 persen kondisi infrastruktur jalan di Lombok Utara rusak parah,” tambahnya.

Infrastruktur Jadi Kunci Peningkatan Ekonomi

Menurut Nyakradi, peningkatan ekonomi daerah tidak akan maksimal tanpa infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai. Ia menilai banyak jalan beraspal yang dibangun sejak masa Kabupaten Lombok Barat kini kembali rusak seperti semula.

“Sekarang banyak jalan yang dulu dibangun aspal, tapi kini kembali jadi jalan tanah yang bergelombang. Rasanya sesak dada ketika melewati jalan seperti itu,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur jalan memiliki manfaat luas, tidak hanya untuk sektor ekonomi, tetapi juga pelayanan publik lainnya.

“Kalau jalan bagus, bukan hanya sektor ekonomi yang tumbuh cepat, tapi juga pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, guru-guru lebih mudah menuju sekolah, biaya transportasi lebih murah, kendaraan tidak cepat rusak, dan konektivitas antar desa jadi lancar,” paparnya.

Dorongan untuk Pemerintah Daerah

Dalam kondisi celah fiskal daerah yang terbatas, Nyakradi menilai pemerintah daerah perlu bekerja lebih keras dan kreatif dalam mencari solusi percepatan pembangunan infrastruktur.

“Dengan kondisi fiskal yang sempit, pemerintah daerah dituntut untuk berlari dan membuat lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan. Pemerintahan Najmul–Kus bukan hanya harus berpikir cerdas, tapi juga berpikir keras dan bekerja keras dengan eksekusi yang cepat dan tepat,” tegasnya.

Nyakradi berharap persoalan infrastruktur ini menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Lombok Utara ke depan, agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat seiring dengan membaiknya konektivitas antarwilayah.

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close