Lombok Utara – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara menghadiri acara Bedah Buku berjudul “Mata Hukum, Mata Perempuan dan Responsivitas Hukum di Indonesia” karya Suci Ramadhani. Acara tersebut menjadi perhatian publik karena penulisnya merupakan sosok perempuan muda inspiratif asal Lombok Utara, yang kini juga tengah menempuh pendidikan doktor dan digadang sebagai salah satu calon doktor perempuan di Lombok Utara.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD menyampaikan apresiasi tinggi atas karya yang ditulis oleh Suci Ramadhani. Ia menilai bahwa lahirnya buku ini merupakan bentuk kemajuan pemikiran dan semangat intelektual dari generasi muda, khususnya perempuan di Lombok Utara.
“Yang pertama tentu saya sangat mengapresiasi, seorang perempuan muda mampu menuangkan ide dan gagasannya dalam sebuah buku. Menulis bukan hal yang mudah, dan hanya bisa dilakukan oleh sosok yang punya semangat serta kualitas tinggi. Saya bangga sebagai Ketua DPRD memiliki masyarakat yang hari ini menunjukkan bahwa perempuan Lombok Utara mampu menulis dan berkarya,” ujarnya.
Ketua DPRD juga menilai bahwa buku karya Suci Ramadhani ini bukan sekadar karya akademik, melainkan juga refleksi batin seorang perempuan terhadap realitas sosial dan posisi perempuan di tengah masyarakat.
“Saya melihat buku ini seperti curahan hati seorang perempuan yang menggeliat dalam batinnya terkait posisi perempuan saat ini. Namun saya berharap penulis tidak memandang bahwa laki-laki selalu salah atau selalu ingin menang, karena faktanya hari ini perempuan juga telah banyak meraih kemenangan dan posisi penting di berbagai bidang,” tambahnya.
Menurutnya, apa yang ditulis oleh Suci Ramadhani merupakan bentuk kejujuran dan ekspresi intelektual yang wajar.
“Sedikit saya menyimpulkan bahwa dalam buku ini, penulis seolah sedang marah – marahnya bukan tanpa alasan, tapi sebagai bentuk protes terhadap kenyataan bahwa perempuan masih sering dianggap di bawah laki-laki, masih ada ketimpangan dan belum sepenuhnya ada keadilan yang setara. Kemarahan itu justru menjadi energi positif untuk perubahan,” tuturnya.
Acara Bedah Buku ini dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta pegiat literasi di Lombok Utara. Kehadiran para peserta menjadi bukti bahwa semangat literasi dan kesadaran terhadap isu kesetaraan gender mulai tumbuh kuat di daerah ini.
Sementara itu, Suci Ramadhani dalam kesempatan tersebut mengungkapkan harapannya agar karyanya dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat untuk terus memperjuangkan keadilan dan responsivitas hukum yang berpihak kepada semua, tanpa memandang gender.
0 Komentar